Senin, 19 Maret 2012

Melenyapkan Bakteri dan Logam Berat

Untuk mengatasi kondisi air tanah yang tercemar dan terhindar dari dampak buruk logam dan bakteri, seperti E-coli, Arie Herlambang, peneliti air dari BPPT memberikan beberapa langkah untuk mendapatkan air bersih bebas kuman dan logam, yaitu :
Untuk sumur terbuka, salah satu cara mengatasi bakteri dengan kaporit dalam jumlah tepat. Untuk satu sumur cukup dengan satu sendok makan, bekteri di dalam sumur sudah mati.
Untuk sumur pompa, kaporit sebagai desinfektan dapat diberikan di bak penampungan. Selain sebagai desinfektan, pada daerah berkadar besi dan mangan yang tinggi, kaporit juga berfungsi untuk mengoksidasi logam yang terkandung dalam air.
Biasanya air akan berwarna merah atau kekuning-kuningan tanda telah terjadi oksidasi. Biarkan saja sebentar agar mengendap. Setelah itu baru disaring.
Untuk lebih menggumpalkan endapan, bisa juga menambahkan tawas, kemudian diaduk satu arah. Biarkan selama lima belas menit, endapan masih melayang-layang akan menggumpal dan lebih mudah disaring
Kadar kaporit yang digunakan, jangan sampai berbau menyengat. Karena bila memasuki paru bisa terjadi oksidasi, dan berefek karsinogen. Selain itu kaporit yang berlebihan juga bisa membunuh mikroorganisme baik dalam tubuh
Penyaringan secara fisik dengan ijuk, kerikil, pasir, dan tawas sudah jarang dipakai, karena tidak praktis.
Teknologi penyaringan air secara umum dimulai dengan penyaringan makro untuk memisahkan air dari partikel berukuran besar, lalu diendapkan, seperti lumpur. Setelah itu dilakukan proses penggumpalan agar lebih mudah mengendap. Setelah mengendap kotoran disaring menggunakan saringan  berukuran 0,2 mm - 0,1 mm. Setelah itu air memasuki saringan mikro dengan ukuran 5 - 1 mikron. Pada saat ini air telah sangat jernih, tetapi belum tentu higienis.
Untuk itu air harus melewati proses desinfektan dengan cara menggunakan klorin maupun gas, hidrogen peroksida (H2O2), sinar ultra violet (UV), atau dengan ozon. Tetapi pengolahan instalasi air untuk publik biasanya menggunakan kaporit, karena memiliki tingkat residual yang lebih jauh. Sehingga jika terjadi kebocoran pipa, kemampuan desinfektannya bisa terus berjalan
Desinfektan menggunakan sinar UV bertujuan memandukan bakteri dengan radiasi sinar. Sedangkan ozon atau O3 memiliki fungsi yang sama dengan kaporit yaitu sebagai oksidator juga radikal bebas yang dapat membunuh bakteri
Menurut Arie, banyak pilihan untuk mendapatkan air sehat yang aman dikonsumsi. Kepraktisan dan kemudahan memperolehnya menjadikan biaya untuk mendapatkannya berbeda-beda. Pada akhirnya konsumen sendirilah yang menentukan air mana yang menjadi pilihannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Powered By Blogger
Kimia MAN Klaten @ 2016-DAVERANGGA. Diberdayakan oleh Blogger.